Ormas GRIB adalah organisasi masyarakat yang sering muncul dalam berita akhir-akhir ini karena berbagai kontroversi. Banyak orang bertanya-tanya tentang asal-usulnya, terutama setelah insiden bentrok dengan kelompok lain. GRIB, atau Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu, berdiri sejak 2011 dan punya hubungan erat dengan dunia politik. Artikel ini akan membahas secara lengkap, mulai dari sejarah hingga isu terkini, agar kamu paham betul apa sebenarnya ormas ini.
Sejarah Berdirinya Ormas GRIB
Mari kita mulai dari awal. Ormas GRIB lahir pada tahun 2011, tepatnya di Jakarta. Pendirinya, Rosario de Marshal, lebih dikenal sebagai Hercules, membentuk kelompok ini untuk menyatukan rakyat dalam semangat demokrasi. Awalnya, nama lengkapnya Gerakan Rakyat Indonesia Baru. Namun, pada 2019, nama itu berubah menjadi Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu atas saran Prabowo Subianto. Perubahan ini menandai langkah GRIB lebih dekat dengan Pancasila sebagai dasar.
Hercules membangun GRIB dari pengalaman hidupnya yang keras. Dia lahir di Timor Timur, sekarang Timor Leste, sekitar tahun 1960-an. Sebagai yatim piatu setelah orang tuanya tewas dalam konflik 1978, Hercules bergabung dengan operasi militer Indonesia sebagai tenaga bantuan. Dia membantu angkut logistik dan bahkan cedera di tangan kanannya. Setelah itu, dia pindah ke Jakarta untuk pengobatan.
Di ibu kota, Hercules masuk dunia premanisme. Dia kuasai wilayah Tanah Abang, Senen, dan Priok pada 1980-an hingga 1990-an. Kekuasaannya lewat kekerasan, seperti pakai golok dalam persaingan. Pada 1997, dia diusir dari Tanah Abang karena bentrok dengan kelompok Betawi. Pengalaman ini membentuk visinya untuk GRIB sebagai wadah bagi orang-orang pinggiran.
Selanjutnya, GRIB berkembang pesat. Anggotanya tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Jawa Tengah, di mana ada cabang resmi. Pada 2012, Prabowo meresmikan kantor pusatnya. Ini menunjukkan GRIB bukan sekadar ormas biasa, tapi punya akar politik kuat.
Menurut saya, sejarah GRIB mencerminkan perubahan sosial di Indonesia. Banyak ormas lahir dari latar belakang keras, tapi berusaha berkontribusi positif. Pakar sosiologi seperti Ricardi S Adnan bilang, ormas semacam ini sering dipelihara penguasa untuk hadapi oposisi, mirip era Orde Baru.
Pendiri Ormas GRIB: Siapa Hercules Rosario Marshal?
Bicara ormas GRIB adalah tak lepas dari Hercules. Pria ini punya cerita hidup penuh liku. Lahir sebagai Rosario Marshal di Dili, Timor Timur, dia kehilangan keluarga dini. Sebagai remaja, dia jadi tenaga bantuan operasi militer Indonesia. Hercules dapat julukan dari Kopassus karena kekuatannya.
Setelah pindah ke Jakarta, Hercules bangun kerajaan preman. Dia kuasai perdagangan dan keamanan di pasar. Namun, rekam jejaknya tak mulus. Dia pernah divonis penjara beberapa kali: 2 bulan pada 2003 atas penyerangan kantor media, 4 bulan pada 2013 karena lawan aparat, 3 tahun pada 2014 atas pemerasan, dan 8 bulan pada 2019 atas penyerobotan tanah.
Hercules ubah hidupnya lewat GRIB. Dia jadi Ketua Umum hingga kini. Pada 2022, dia bahkan jadi tenaga ahli di Perumda Pasar Jaya DKI. Hubungannya dengan Prabowo sangat dekat. Hercules bilang Prabowo selamatkan nyawanya di Timor Timur. “Prabowo adalah satu-satunya orang yang bisa mukul saya tanpa saya balas,” katanya.
Saya pikir, Hercules wakili figur transisi dari masa lalu gelap ke peran sosial. Tapi, pakar seperti Ida Ruwaida Noor kritik ormas bentukan atas sering tak toleran dan pro-kekerasan. Ini jadi pelajaran bagi ormas lain.
Visi dan Misi Ormas GRIB
Lanjut ke inti. Apa sebenarnya tujuan ormas GRIB? Menurut situs resmi cabang Jawa Tengah, visi mereka bangun demokrasi sehat dengan nilai kejujuran, keadilan, dan partisipasi. Mereka ingin masyarakat cerdas dan kompetitif.
Misi utama: Pastikan pemilu berjalan sesuai undang-undang, tanpa distorsi. GRIB kerjasama dengan stakeholder lain untuk kawal proses pemilu bersih. Ini termasuk kritik konstruktif terhadap penyelenggara.
Selain itu, GRIB klaim lindungi rakyat tertindas. Hercules bilang GRIB berasal dari rakyat dan kembali ke masyarakat, bukan kebal hukum. Mereka dukung program pemerintah seperti makan bergizi gratis dan pemberantasan korupsi.
Dari pengamatan saya, visi ini bagus di kertas. Tapi, realitas sering beda. Pakar politik Soeprapto bilang, ormas seperti GRIB fungsi sebagai sayap operasional partai tertentu. Ini bikin misi mereka bias.
Aktivitas Ormas GRIB di Masyarakat
GRIB aktif di berbagai bidang. Mereka gelar apel anggota, seperti di Alun-alun Blora pada Januari 2025. Ini tunjukkan kekuatan massa mereka.
Di politik, GRIB dukung Prabowo sejak Pilpres 2014. Pada 2024, dukungan mereka “harga mati”. Mereka juga terlibat kampanye grassroots.
Selain itu, GRIB bantu masyarakat dalam isu tanah. Contoh, penyegelan pabrik di Barito Selatan karena tak bayar kewajiban ke warga. Tapi, aksi ini sering kontroversial.
Saya lihat, aktivitas GRIB campur aduk. Bagus saat bantu rakyat, tapi riskan saat pakai kekerasan. Ahli hukum bilang, ormas harus taat aturan, bukan main hakim sendiri.
Kontroversi yang Melibatkan Ormas GRIB
Sayangnya, GRIB sering diterpa isu negatif. Mari bahas satu per satu.
Bentrok dengan Pemuda Pancasila
Pada Januari 2025, GRIB bentrok dengan Pemuda Pancasila di Blora, Jawa Tengah. Lokasi di Karangjati dan Jalan Ngawen-Kunduran. Akibatnya, 12 orang luka, kendaraan rusak. Mereka damai di rumah dinas bupati, tapi serangan lanjutan terjadi di Bandung.
Pemicu: Cekcok antar ketua daerah. Total 24 korban luka. Ini tunjukkan rivalitas antar ormas.
Isu Penguasaan Lahan dan Kekerasan
GRIB diduga kuasai lahan BMKG di Tangerang Selatan. Mereka sewa tanah negara secara ilegal dan minta Rp5 miliar. April 2025, anggota GRIB bakar tiga mobil polisi di Depok saat polisi razia senjata ilegal.
Juni 2025, Kemenkumham blokir GRIB di sistem administrasi. Mei 2025, GRIB ditolak di Bali oleh wagub.
Menurut saya, kontroversi ini rusak citra GRIB. Pakar seperti Gatot Nurmantyo sebut Hercules “preman pakai baju ormas”. Ini perlu introspeksi.
Pernyataan Provokatif Hercules
Hercules sering buat kontroversi lewat kata-kata. Dia ancam kerahkan ribuan anggota lawan gubernur yang bentuk satgas anti-preman. Dia sebut Sutiyoso “bau tanah”, meski kemudian minta maaf.
Ini bikin GRIB dilihat negatif. Sosiolog Ricardi bilang, kemunculan GRIB naik sejak Prabowo presiden, karena persepsi beking kuat.
Hubungan Ormas GRIB dengan Dunia Politik
GRIB erat dengan Partai Gerindra. Prabowo jadi dewan pembina awal, meski mundur 2022. Hercules anggap Prabowo “ayah” bagi GRIB.
Dukungan politik jelas. GRIB bantu kampanye Prabowo di pilpres. Tapi, Marcel Gual dari GRIB tolak manfaatkan nama Prabowo.
Saya rasa, hubungan ini beri kekuatan tapi juga risiko. Pakar politik bilang, ormas politik bisa bias jalankan misi sosial.
Pendapat Pakar dan Masa Depan Ormas GRIB
Banyak ahli komentari GRIB. Ricardi S Adnan sebut ormas ini mirip alat penguasa lawan oposisi. Ida Ruwaida kritik kekerasan mereka.
Menurut saya, GRIB punya potensi baik jika fokus visi asli. Tapi, tanpa reformasi, kontroversi akan terus. Pemerintah harus awasi ormas agar taat hukum.
Akhirnya, ormas GRIB adalah bagian dinamika sosial Indonesia. Pahami sejarah dan isunya untuk nilai sendiri. Semoga artikel ini bantu.
REFERENSI: JAMUWIN78






Leave a Reply