Pengabdi Setan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah sinema horor di Indonesia. Film ini pertama kali hadir pada 1980, menyajikan cerita mencekam tentang keluarga yang diteror kekuatan gaib. Remake-nya pada 2017 oleh Joko Anwar membawa angin segar, sementara sekuelnya di 2022 semakin mengukuhkan posisinya sebagai warisan budaya pop. Bagi penggemar film horor Indonesia, pengabdi setan bukan sekadar tontonan, tapi pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam. Mari kita telusuri lebih jauh.
Sejarah Pengabdi Setan: Dari Klasik hingga Modern
Pengabdi setan lahir di era ketika film horor Indonesia sedang berkembang pesat. Versi asli membuka jalan bagi genre ini, sementara adaptasi baru menyesuaikan dengan selera penonton kontemporer. Kisahnya yang melibatkan setan dan roh jahat terus relevan hingga kini.
Versi Asli Pengabdi Setan 1980
Film pengabdi setan 1980 disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra. Cerita berpusat pada keluarga kaya yang kehilangan ibu mereka, kemudian diteror hantu dan setan setelah kedatangan pembantu rumah tangga misterius. Durasi 96 menit, film ini menampilkan aktor seperti Ruth Pelupessy, W.D. Mochtar, dan Fachrul Rozy. Menurut saya, kekuatan film ini terletak pada penggabungan elemen supranatural dengan nilai-nilai keagamaan Islam, yang jarang ditemui di horor Barat. Pakar sinema Indonesia seperti Ekky Imanjaya menyebutnya sebagai pionir yang memadukan horor dengan pesan moral, menghindari eksploitasi murahan. Kamu bisa bayangkan, di masa itu, penonton berteriak ketakutan melihat zombie asma menyerang!
Film ini dirilis pada 31 Desember 1980, dan langsung menjadi hit. Pengaruhnya besar, bahkan mirip dengan Phantasm (1979) karya Don Coscarelli. Saya pribadi menganggapnya sebagai tonggak, karena membuktikan horor Indonesia bisa bersaing secara naratif. Namun, kritiknya adalah adegan yang terkadang bertele-tele, tapi itu justru menambah nuansa klasik.
Remake Pengabdi Setan 2017 oleh Joko Anwar
Joko Anwar, sutradara berbakat, menghidupkan kembali pengabdi setan pada 2017. Ini bukan remake biasa, tapi reboot-prequel yang menambahkan lapisan baru. Dibintangi Tara Basro, Bront Palarae, dan Dimas Aditya, film ini berdurasi 107 menit dan rilis 28 September 2017. Cerita fokus pada keluarga yang diteror ibu mereka yang kembali dari kematian setelah menderita penyakit aneh selama tiga tahun.
Menurut pendapat ahli seperti James Guild, film ini seperti versi Indonesia dari Rosemary’s Baby, dengan elemen kultus setan yang mencekam. Saya setuju, karena Joko Anwar berhasil membuat horor yang lambat tapi intens, membuat penonton merinding sepanjang film. Produksi oleh Rapi Films, ini menjadi film terlaris 2017 di Indonesia dengan 4,2 juta penonton. Bayangkan, anggaran rendah tapi dampak global, tayang di 42 negara!
Sekuel Pengabdi Setan 2: Communion 2022
Lima tahun kemudian, pengabdi setan 2: communion hadir pada 4 Agustus 2022. Masih disutradarai Joko Anwar, sekuel ini melanjutkan kisah Rini dan keluarganya yang pindah ke rumah susun. Dibintangi aktor yang sama seperti Tara Basro dan Endy Arfian, film berdurasi 119 menit ini mengeksplorasi teror baru di gedung apartemen.
Pendapat saya, sekuel ini lebih ambisius dengan setting urban, membuat horor terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kritikus di Letterboxd memuji bagaimana Joko Anwar membangun ketegangan melalui dialog dan visual. Ini bukan sekadar lanjutan, tapi ekspansi universe yang cerdas. Tayang di bioskop, lalu streaming di Disney+ Hotstar, menjadikannya aksesibel bagi banyak orang.
Sinopsis Lengkap Pengabdi Setan: Cerita yang Mencekam
Sinopsis pengabdi setan selalu melibatkan keluarga yang terganggu oleh kekuatan gelap. Di versi 1980, setelah ibu meninggal, pembantu baru membawa kutukan setan. Remake 2017: Ibu kembali sebagai hantu untuk mengambil anak-anaknya. Sementara sekuel 2022, keluarga menghadapi roh di rumah susun, terungkap konspirasi lebih besar.
Cerita ini kaya akan tema seperti kesetiaan keluarga dan bahaya okultisme. Saya rasa, itulah yang membuatnya timeless. Hindari spoiler, tapi ketahuilah, akhirnya selalu mengejutkan.
Elemen Horor dalam Pengabdi Setan yang Membuat Merinding
Pengabdi setan unggul dalam membangun atmosfer. Suara lonceng misterius, penampakan hantu, dan jumpscare yang tepat waktu. Di mata saya, elemen supranatural seperti zombie dan setan terinspirasi budaya lokal, seperti kuntilanak atau pocong.
Ahli horor seperti Joko Anwar sendiri bilang, horor terbaik datang dari ketakutan sehari-hari. Itu terlihat di sekuel, di mana lift rusak jadi sarang teror. Variasi ini membuat film tak pernah membosankan.
Dampak Pengabdi Setan pada Industri Film Horor Indonesia
Pengabdi setan merevolusi horor Indonesia. Versi 1980 mempopulerkan genre, sementara 2017 membawa standar internasional. Dampaknya? Banyak sineas muda terinspirasi, seperti Timo Tjahjanto.
Menurut data, remake ini sukses komersial, membuktikan horor bisa untung besar. Saya opine, ini mendorong produksi film berkualitas, bukan sekadar eksploitasi. Sekuel 2022 bahkan tayang global via Shudder.
Review Pengabdi Setan: Pendapat Kritikus dan Penonton
Review pengabdi setan mayoritas positif. Di IMDb, 2017 dapat 6.5/10, disebut setara The Conjuring. Penonton bilang, “Merinding sepanjang film!” Kritikus seperti di Medium memuji keberaniannya.
Saya beri 8/10 untuk remake, karena narasi kuat. Sekuel lebih tinggi, 9/10, atas inovasi.
Mengapa Kamu Harus Menonton Pengabdi Setan Sekarang
Pengabdi setan wajib ditonton bagi pecinta horor. Ia mengajarkan tentang ketakutan dalam keluarga. Tonton di Netflix atau Prime Video. Siapkan mental, karena bisa bikin takut ke kamar mandi sendirian!
Akhirnya, pengabdi setan bukan hanya film, tapi cermin budaya kita. Ia mengingatkan, setan bisa datang dari mana saja. Jadi, apa pendapatmu?






Leave a Reply