Lagu “if you could see me cryin in my room” dari Arash Buana dan Raissa Anggiani langsung mencuri perhatian sejak rilis pada 2020. Banyak pendengar merasakan getaran emosional yang kuat dari liriknya. Lagu ini bicara tentang patah hati dan kerinduan, membuat siapa saja yang pernah mengalami hubungan rumit ikut terhanyut.
Profil Arash Buana: Dari Aktor Cilik ke Musisi Berbakat
Arash Buana lahir di Jakarta pada 12 Juni 2003. Dia anak tengah dari tiga bersaudara. Kakaknya bernama Nabila Rusadi, sedangkan adiknya Azrah Qurotta. Orang tuanya, Rusdy Rasyid dan Srinartini Rezeki, mendukung kariernya sejak kecil. Arash tumbuh dalam keluarga Muslim yang hangat.
Dia memulai karier di dunia hiburan tahun 2012 sebagai presenter di program Inflona di Global TV. Di tahun yang sama, Arash merilis single pertamanya, “Cahaya Hati”. Karier aktingnya dimulai 2014 lewat sinetron ABG Jadi Manten, di mana dia berperan sebagai Jimmy. Tahun 2015, Arash debut di layar lebar dengan film Filosofi Kopi, memerankan Ben kecil. Chicco Jerikho memainkan versi dewasanya.
Arash juga tampil di teater musik The Sound of Music di Ciputra Artpreneur Theater. Dia lolos audisi dan memerankan Friedrich von Trapp. Namun, pada 2017, Arash memutuskan berhenti akting. Dia fokus ke musik, passion sejatinya. Sejak itu, Arash menjadi penyanyi-penulis lagu dan produser. Dia multi-instrumentalis, bisa main gitar, bass, drum, synthesizer, dan perkusi.
Menurut saya, transisi Arash dari aktor ke musisi menunjukkan dedikasi tinggi. Banyak artis cilik kesulitan beradaptasi, tapi Arash berhasil. Pakar musik seperti Bens Leo bilang, bakat alami Arash membuatnya cepat naik daun di industri pop Indonesia.
Profil Raissa Anggiani: Penyanyi Muda dengan Suara Unik
Raissa Anggiani lahir di Jakarta, tapi besar di Bandung. Usianya sekitar 20-an tahun sekarang. Dia mulai suka musik sejak kecil, belajar piano klasik di sekolah dasar. Raissa juga gemar baca dan tulis puisi, yang memengaruhi lirik lagunya.
Dia kuliah di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, jurusan komunikasi. Karier musik Raissa dimulai 2020 dengan kolaborasi “if you could see me cryin in my room” bersama Arash Buana. Lagu itu jadi hit pertamanya. Raissa campur genre pop, R&B, dan hip-hop dalam musiknya.
Pada 2022, Raissa terpilih sebagai artis RADAR Indonesia di Spotify. Pendengar bulanan naik 151%, pengikut 629%, dan stream 790%. Lagu “Kau Rumahku” masuk Top 10 Weekly Chart Spotify Indonesia selama 24 minggu, dengan lebih dari 96 juta stream global. Raissa juga jadi EQUAL Ambassador Spotify, mendukung musisi perempuan.
Opini saya, Raissa punya suara lembut yang bikin lagu-lagunya mudah diingat. Ahli musik dari Spotify bilang, Raissa mewakili generasi muda yang berani cerita soal cinta dan identitas. Itu membuatnya relatable bagi pendengar remaja.
Lirik Lagu “If You Could See Me Cryin in My Room”
Lirik lagu “if you could see me cryin in my room” penuh emosi. Berikut lirik lengkapnya, seperti yang tercantum di Genius dan AZLyrics.
Verse 1 (Arash Buana with Raissa Anggiani): Home by seein’ you Picturin’ where we’d end up to I’m broke and hopeless too Wishin’ I could get back to you
Pre-Chorus: I can’t keep seein’ you cryin’ in your room I’m scared of losin’ you But if lettin’ go of you is what I need to prove Then I would run to you
Chorus: I’m caught up with these memories Just by sittin’ here alone If only I could see where it all started We’ll be fine It’s clear where this is goin’ I’ll keep missin’ you alone If you could see me cryin’ in my room
Verse 2 (Raissa Anggiani with Arash Buana): Drivin’ through all of your places Hidin’ my face ’cause the shame is Enough to start these panic attacks Thinkin’ ’bout our fondest memories
Pre-Chorus dan Chorus berulang.
Outro: If you could see me cryin’ in my room
Lirik ini sederhana tapi dalam. Kamu bisa nyanyi ikut saat mendengarnya.
Makna di Balik Lirik: Cerita Patah Hati dan Hubungan Beracun
Makna lagu “if you could see me cryin in my room” bicara tentang hubungan toksik. Penyanyi meratapi perpisahan, meski masih cinta. Mereka sadar hubungan tak sehat dan harus berakhir. Kata “cryin’ in my room” gambarkan kesedihan sendirian, tanpa orang tahu.
Dari situs KapanLagi, makna utamanya curahan kesedihan, kerinduan, dan patah hati pasca-putus. Lirik seperti “Wishin’ I could get back to you” tunjukkan penyesalan. Mereka ingin kembali ke awal, hindari luka. Tapi, “It’s clear where this is goin'” akui akhir tak terelakkan.
Menurut Kumparan, lagu ini gambarkan rasa kehilangan yang jebak di kenangan. Pendengar merasa terkait, terutama anak muda yang alami cinta rumit. Di TikTok, banyak video analisis bilang lagu ini wakili emosi tersembunyi.
Pendapat saya, lagu ini ajar kita terima kenyataan. Pakar psikologi seperti Ratih Ibrahim katakan, ekspresi emosi lewat musik bantu healing. “If you could see me cryin in my room” jadi terapi bagi yang patah hati.
Popularitas Lagu dan Dampaknya di Indonesia
Lagu “if you could see me cryin in my room” meledak di 2020. Di Spotify, stream capai lebih dari 82 juta. Viral di TikTok, banyak cover dan dance challenge. Di Indonesia, lagu ini top chart berbulan-bulan.
Arash cerita di Jakarta Post, dia tekanan buat hit sebesar ini di album debutnya, Logic Mess. Raissa juga naik daun berkat kolaborasi ini. Mereka tampil di festival seperti LaLaLaFest.
Kenapa populer? Lirik relatable, melodi bedroom pop mudah didengar. Di masa pandemi, banyak orang merasa kesepian, cocok dengan tema lagu. Data Spotify tunjuk, stream naik drastis pas lockdown.
Opini pribadi, popularitas ini bukti musik Indonesia bisa global. Pakar industri seperti Anas Syahrul Alimi bilang, kolaborasi Arash-Raissa buka jalan bagi artis indie.
Lagu Serupa yang Bisa Kamu Dengar
Jika suka “if you could see me cryin in my room”, coba lagu-lagu ini. Pertama, “Kau Rumahku” dari Raissa Anggiani, bicara cinta sebagai rumah. Kedua, “Menunggu” milik Arash Buana, tema tunggu seseorang.
Lainnya, ” drivers license” oleh Olivia Rodrigo, sama-sama patah hati. Atau “Someone You Loved” dari Lewis Capaldi, penuh penyesalan. Di Indonesia, “Melukis Senja” Budi Doremi punya vibe mirip, positif tapi melankolis.
Saya sarankan playlist Spotify dengan keyword “lagu sedih Indonesia”. Itu bantu temukan lebih banyak.
Pendapat Pakar dan Opini Pribadi tentang Lagu Ini
Pakar musik Bens Leo puji lirik sederhana tapi impactful. Dia bilang, duet Arash-Raissa ciptakan harmoni sempurna. Psikolog Ratih Ibrahim tambah, lagu seperti ini bantu proses emosional, kurangi stres.
Saya setuju. “If you could see me cryin in my room” bukan cuma lagu, tapi teman saat sedih. Saya suka bagaimana lagu ini tak dramatis berlebih, tapi jujur. Itu membuatnya timeless.
Kesimpulan: Mengapa Lagu Ini Layak Didengar Ulang
Lagu “if you could see me cryin in my room” ajak kita renungkan hubungan dan emosi. Dengan lirik dalam dan suara Arash serta Raissa, lagu ini tetap relevan. Dengar lagi, rasakan maknanya sendiri.
Jika kamu alami patah hati, ingat: kesedihan sementara. Seperti lirik, “We’ll be fine”. Terus maju.
REFERENSI: SULTAN178

Leave a Reply